Thursday, March 11, 2010

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Lima Unsur Kooperatif dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X – A Semester II MAN 3 Malang.

KATA PENGANTAR
ABSTRAK

Aningtyas, Fitria. 2008. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Lima Unsur Kooperatif dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X – A Semester II MAN 3 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S

Kata kunci : model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), lima unsur kooperatif, prestasi belajar

            Berdasarkan hasil observasi awal di MAN 3 Malang, dapat diketahui kondisi siswa MAN 3 Malang sangat beragam. Kondisi ini meliputi perbedaan kemampuan akademik, karakter siswa bahkan perbedaan suku. Perbedaan tersebut sering menimbulkan kesenjangan antara satu siswa dengan siswa yang lain sehingga mereka cenderung membentuk kelompok dengan teman sebayanya yang mempunyai kesamaan pandangan. Hal ini berpengaruh terhadap aktivitas dan belajar siswa. Dengan demikian perlu dilakukan pembelajaran yang dapat mengurangi kesenjangan antar siswa, salah satunya dengan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT), karena dalam pembelajaran ini melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan siswa dapat belajar bekerjasama.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-A MAN 3 Malang Semester II dengan jumlah 31 siswa perempuan semua dalam pokok bahasan Plantae. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui aktivitas guru dalam penerapan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT), 2) mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan lima unsur kooperatif siswa dan 3) mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Prosedur pengumpulan data meliputi: observasi aktivitas guru dalam pembelajaran, observasi aktivitas siswa dalam model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT), pemberian tes yang dilaksanakan setiap akhir siklus dan pengisian angket tentang pernyataan dan sikap siswa terhadap pembelajaran yang diberikan tiap akhir siklus. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaraan kooperatif Teams Games Tournamet (TGT) telah sesuai dengan 5 tahapan yaitu penyajian kelas, belajar kelompok, game dan turnamen, penghargaan dan evaluasi, 2) Aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus II aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan, rata-rata persentase aktivitas belajar siswa pada tingkat K (Kurang) sebesar 0%; tingkat C (Cukup) sebesar 14,84% dan pada tingkat B (Baik) sebesar 85,16% dan 3) Prestasi belajar siswa yang diukur dengan skor rata-rata dan persentase ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan dari data awal, siklus I dan siklus II. Secara berturut-turut skor rata-rata siswa pada data data awal, siklus I dan siklus II adalah  68,74; 72,10 dan 89,19. Sedangkan persentase ketuntasan klasikal siswa pada data awal, siklus I dan siklus II adalah 51,61%; 70,96%; 100%.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan beberapa hal sebagai berikut: dalam melaksanakan pembelajaran, guru harus dapat lebih merata dalam mengelola kelas sehingga seluruh siswa memperoleh perhatian yang sama dan akhirnya dapat meningkatkan unsur kooperatif lainnya yang masih belum maksimal. Di samping itu, dalam pembelajaran kooperatif guru harus dapat lebih mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran remidi dengan menggunakan metode tutor sebaya. Siswa yang mempunyai skor tinggi dalam kelompok dapat menjadi tutor dan mengajari atau membantu siswa yang mempunyai skor rendah.