Monday, November 30, 2009

Pembelajaran Kooperatif STAD (Student Teams Achievement Division)

Metode pembelajaran kooperatif STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan-kawannya dari Universitas John Hopkin. Menurut Nurhadi (2004:65) pembelajaran kooperatif STAD ini dipandang sebagai metode paling sederhana dan paling langsung dalam pembelajaran kooperatif. Sebagai salah satu metode pembelajaran kooperartif metode STAD lebih menekankan pada berbagai ciri pengajaran langsung yaitu siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk berlatih menyelesaikan masalah. Siswa bekerja dalam situasi yang didorong dan dikehendaki untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas sehingga melalui pembelajaran kooperatif STAD ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan seluruh siswa dalam proses pembelajaran.
Menurut Ibrahim (2000:35) dan Nurhadi (2004:65) pembelajaran kooperatif STAD terdiri atas beberapa tahap yang dapat dijelaskan sebagai berikut.


1. Penyajian kelas
Berupa penyampaian materi secara klasikal oleh guru tentang materi yang akan dipelajari oleh siswa. Selanjutnya siswa disuruh belajar dalam kelompok kecil untuk mengerjakan tugas yang akan diberikan guru.
2. Belajar kelompok.
Setiap kelompok terdiri dari atas 4-5 siswa yang dipilih berdasarkan kemampuan akademik dan jenis kelamin. Adapun fungsi dari pengelompokkan ini yaitu untuk mendorong adanya kerja sama kelompok dalam mempelajari materi dan menyelesaikan tugas yang diberikan guru.
3. Kuis atau tes
Setelah belajar kelompok diadakan kuis atau tes untuk mengukur kemajuan belajar siswa terhadap materi yang baru saja dipelajari. Kuis dikerjakan secara individu dan tidak diperbolehkan bekerja sama. Skor kuis digunakan untuk melihat perkembangan kemajuan belajar siswa.
4. Skor kemajuan individu
Skor kemajuan siswa dapat diperoleh dengan membandingkan skor tes formatif dengan skor awal. Skor awal diperoleh dari skor tes paling akhir yang dimiliki siswa. Skor tes yang diperoleh setelah diadakan pembelajaran kooperatif STAD dihitung sebagai skor kemajuan siswa. Kriteria pemberian skor kemajuan individu tercantum dalam Tabel 2.1
5. Penghargaan kelompok
Penghargaan kelompok yang diberikan dapat berupa hadiah atau predikat seperti: super team, great team atau menggunakan kata-kata khusus seperti: Bintang Biologi, Kelompok Mendel, Pakar Biologi dan sebagainya.
6. Penghargaan kelompok
Penghargaan kelompok yang diberikan dapat berupa hadiah atau predikat seperti: super team, great team atau menggunakan kata-kata khusus seperti: Bintang Biologi, Kelompok Mendel, Pakar Biologi dan sebagainya.
Menurut Graves dan Graves (dalam Zubaidah, 2006:12) kerangka STAD secara singkat adalah sebagai berikut.
1. Guru mengawali pembelajaran dengan menyampaikan materi pokok.
2. Siswa bekerja sama dalam kelompok belajar untuk menguasai materi yang dibahas. Antar siswa harus saling mendukung, saling membandingkan jawaban, membahas ketidakcocokan, saling mencari pemecahan masalah, saling bertanya dan berdiskusi. Guru membantu siswa bekerja dan belajar dalam kelompoknya.
3. Siswa diberi kuis secara individual dan menerima poin berdasarkan perolehan hasil sebelumnya.
4. Poin individual dihitung untuk membentuk skor kelompok, dan pemberian penghargaan berdasarkan hasil skor individual maupun skor kelompok.
Dalam pembelajaran kooperatif STAD setiap pertemuan guru harus memberikan pengumuman tentang kelompok terbaik dalam kelas sehingga kelompok yang belum memperoleh predikat terbaik akan termotivasi untuk belajar lebih giat dan meningkatkan kerjasama dalam kelompoknya. Selain itu guru juga akan lebih mudah mendeteksi kesalahan konsep pada siswa dari hasil tes yang diberikan.