Monday, November 30, 2009

Group Investigation

Group Investigation (GI) merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling kompleks dan paling sulit untuk diterapkan (Nurhadi,2004:65). Model ini dikembangkan pertama kali oleh Thelan. Dalam perkembangan selanjutnya model ini diperluas dan dipertajam oleh Sharan dan kawan-kawan dari Universitas Tel Aviv (Ibrahim, dkk, 2000). Berbeda dengan STAD dan Jigsaw, siswa dalam Group Investigation terlibat dalam perencanaan baik topik yang dipelajari dan cara jalannya penyelidikan. Pendekatan Group Investigation memerlukan norma dan struktur kelas yang lebih rumit daripada pendekatan yang lebih berpusat pada guru. Pendekatan ini juga memerlukan mengajar siswa ketrampilan komunikasi dan proses kelompok yang baik.
Menurut Nurhadi dkk (2004: 65) model Group Investigation (GI) melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam penentuan topik maupun cara untuk memepelajarinya melalui investigasi. Pelaksanaan Group Investigation (GI) diawali dengan pembagian kelas menjadi beberapa kelompok dengan anggota 5 atau 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap sesuatu topik tertentu. Siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan
Menurut Susanto (2005) kelompok investigasi adalah strategi pembelajarn yang dirancang agar siswa bekerja dalam kelompok untuk memecahkan masalah dan mengembangkan ketrampilan meneliti. Tiap kelompok diberi tanggungjawab untuk memilih topik yang diminati, membagi tugas-tugas menjadi sub-sub topik, dan menentukan cara pelaksanaan penelitian sub-sub topik tersebut. Siswa juga mengintegrasikan materi sub-sub topik untuk menyusun laporan kelompok. Laporan hasil kerja kelompok dilaporkan ke semua anggota kelas (diskusi kelas), setelah diskusi kelas diadakan tes (Susanto, 2005:19).
Menurut Nurhadi dkk (2004:66) deskripsi mengenai langkah-langkah model Group Investigation (GI) tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut:
a) Seleksi topik
Siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik
b) Perencanaan kerjasama
Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum (goals) yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih sebelumnya
c) Implementasi
Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan sebelumnya. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan keterampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun yang di luar sekolah. Guru secara terus menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.
d) Analisis dan sintesis
Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah sebelumnya dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.
e) Penyajian hasil akhir
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinasikan oleh guru.
f) Evaluasi
Guru beserta para siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individual atau kelompok atau keduanya